Berita

Senin, 12 Juli 2010 - 11:51:25 WIB
Pertemuan Penyusunan RKKAL 2011 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Diposting oleh : Tim Website Kategori: Umum - Dibaca: 2056 kali

Sebagai upaya meningkatkan kinerja yang sinergis dan berkesinambungan antara pemerintah pusat dan daerah, pada tanggal 22-23 Juni 2010 bertempat di Ruang Auditorium gedung F, Kementerian Pertanian menyelenggarakan kegiatan dengan agenda Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Pertanian dan Rancangan Kegiatan Pembangunan Peternakan Tahun Anggaran 2011 dengan mengundang perwakilan dinas terkait dari seluruh provinsi di Indonesia. Pada pertemuan ini dibahas sejumlah program, strategi serta anggaran kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2011, dalam kaitannya membangun sektor pertanian kedepan.

Pada kesempatan ini Sekjen Kementerian Pertanian Dr.Ir. Hasanuddin Ibrahim, Spl, memaparkan mengenai Rancangan Kegiatan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2011. Khusus pada subsektor peternakan berfokus pada penyelamatan sapi betina produktif sebanyak 70.000 ekor.

Sebagai persiapan di dalam melaksanakan penyusunan RKAKL kedepan, maka pada tanggal 24-25 Juni 2010 berlokasi di Bogor, Sekretariat Direktorat Peternakan menyelenggarakan Sosialisasi Software RKKAL 2011 dengan penjelasan dan pelatihan mekanisme penggunaan Software RKAKL baru, karena terdapat perubahan yang cukup mendasar antara Software RKAKL 2010 dan Software RKAKL 2011, sehingga dirasakan perlu dilakukannya kegiatan sosialisasi ini. Selanjutnya pada tanggal 8-10 Juli 2010 dilaksanakan pertemuan Penyusunan Pra RKAKL 2011 sebagai tindak lanjut dari agenda Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Pertanian 2011. Dalam sambutannya Dr.Drh. Sjamsul Bachri, MS menyampaikan bahwa alokasi kegiatan dan anggaran dekonsentrasi, tugas pembantuan serta alokasi di UPT, merupakan penerjemahan dari RPJMN dan RKP TA. 2011. Oleh karena itu, pertanggung jawaban alokasi kegiatan dan anggaran dekonsentrasi, tugas pembantuan provinsi/kabupaten/kota, serta alokasi di UPT, tidak hanya terbatas pada pertanggungjawaban keuangan saja, namun juga output yang dihasilkan. Hal ini mengingat secara nasional output kinerja setiap kegiatan, akan dievaluasi berdasarkan target yang telah ditetapkan dalam RPJMN.

Penyusunan Pra RKAKL kali ini berdasarkan pada pagu indikatif senilai Rp. 2,235 Milyar yang telah diperoleh dalam pertemuan Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Pertanian dengan fokus pada Program Swasembada Daging Sapi Tahun 2014, Restrukturisasi Perunggasan, Penyediaan pangan asal hewan yang ASUH, Pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis dan Revitalisasi Persusuan.