Berita

Jumat, 19 April 2013 - 10:31:20 WIB
KERJA KERAS, CERDAS, TUNTAS DAN IKHLAS
Diposting oleh : Tim Website Kategori: Umum - Dibaca: 2146 kali

Bertempat di Balikpapan, BPPV Regional V Banjarbaru telah melaksanakan Rapat Koordinasi Kesehatan Masyarakat Veteriner se Kalimantan, yang dihadiri oleh Dinas yang memiliki fungsi dalam pembangunan peternakan khususnya dalam pembinaan masyarakat veteriner di tingkat propinsi/kabupaten/kota, Badan Ketahanan Pangan tingkat propinsi, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Propinsi/Kabupaten/Kota, Balai Karantina Pertanian Kelas I/II dan Stasiun Karantina se Kalimantan. Rapat Koordinasi juga dihadiri narasumber dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada dan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Rapat Koordinasi yang biasanya diadakan bersamaan dengan rapat koordinasi kesehatan hewan, untuk tahun 2013 ini dilakukan secara terpisah, yang mendapat antusiasme cukup baik, jumlah peserta melebihi kuota dan dihadiri oleh Kepala Dinas Propinsi dan Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Tema Rapat Koordinasi adalah kerja keras, cerdas, tuntas dan ikhlas dalam penyediaan pangan yang ASUH.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pasca Panen yang hadir pada acara tersebut mengingatkan bahwa Direktorat telah memfasilitasi pertemuan nasional di Bogor untuk membahas e-proporsal, namun hingga batas waktu yang sudah disepakati, masih ada beberapa Dinas Prop/Kab/Kota yang belum memasukkan usulan dana TP untuk tahun 2014 melalui e-proporsal, termasuk data dukungnya. Dalam penyusunan anggaran untuk pembangunan kesmavet, Direktur mengingatkan agar diperhatikan isu-isu strategis diantaranya keterbatasan kelembagaan, belum optimalnya kinerja pengawasan kesmmavet, dalam penjaminan bahan pangan yang ASUH, keterbatasan SDM di pusat, daerah maupun laboratorium. Beberapa kegiatan yang perlu dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2014 adalah pembangunan/rehabilitasi RPH/U dan peralatannya, pembangunan kios daging, kios penggilingan daging, dan cold storage, transportasi daging, fasilitasi peralatan laboratorium kesmavet, peningkatan kompetensi SDM (pengawas kesmavet, PPNS, auditor NKV/kesrawan, meat inspector, keurmaster, juru sembelih halal dan butcher), proses akreditasi Laboratorium, pengadaan peralatan untuk laboratorium kesmavet di BBV/BPPV serta laboratorium Propinsi/Kabupaten/Kota.

Fungsi pembinaan dan pembangunan kesmavet berkaitan erat dengan keamanan pangan dalam rangka penyediaan produk hewan yang ASUH. Diperlukan adanya komitmen Gubernur, Bupati/Walikota dan dukungan masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Untuk mendukung maksud tersebut maka diperlukan adanya pertemuan khusus yang dikoordinasi oleh Kementerian Dalam Negeri serta memperkuat Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) ke masyarakat. (Sulaxono Hadi, BPPV Regional V Banjarbaru)

Sumber : http://ditjennak.deptan.go.id/bppv5/berita-145-kerja-keras-cerdas-tuntas-dan-ikhlas.html