Berita

Senin, 13 Mei 2013 - 08:12:56 WIB
Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan
Diposting oleh : Tim Website Kategori: Umum - Dibaca: 1902 kali

Kinerja Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam tahun anggaran 2012 menunjukkan nilai yang sangat baik, kondisi yang menggembirakan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam rangka menjaga dan mempertahankan kini dan mendorong akselerasi pelaksanaan pembangunan, pada tanggal 8 Mei 2013 bertempatdi Hotel Royal Hotel and Lounge Jember telah dilakukan evaluasi dan konsulidasi pelaksanaan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. Acara yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan inidiikuti oleh para direktur, para kepala unit pelaksana teknis lingkup Ditjen,dan kepala dinas peternakan atau dinas yang membidangi pelaksanaan pembangunanpeternakan se Indonesia. Walaupun Jember memiliki jarak tempuh yang cukup jauhdari Surabaya maupun Denpasar namun tidak mengurangi semangat para pesertauntuk hadir pada acara tersebut.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada saat pertemuan tersebut menekankan perlunya kerja lebih keras pada semua satker terutama satker pada dinas peternakan atau dinas yang membidangi pelaksanaan fungsi pembangunan di propinsi dan kabupaten karena berdasarkan indikator penyerapan anggaran tahun 2013,masih ditemukan beberapa satker daerah yang penyerapan pelaksanaan anggaran masih sangat rendah berdasarkan SP2D maupun laporan SPM yang masuk.

Ada empat hal yang digarisbawahi Sekretaris Ditjen, yaitu tentang peningkatan kinerja yang terindikasi dengan perlunya percepatan dalam penyerapan anggaran pembangunan,adanya pelaksanaan sensus pertanian yang diharapkan pada akihir Juni 2013 untuksensus peternakan sudah dapat diketahui jumlah dan struktur populasi ternak di Indonesia dalam mendukung dan merencanakan program swasembada daging sapi dan kerbau berkelanjutan. Disamping itu juga dibahas kesiapan lingkup peternakan untukpenyediaan daging, telur dan produk peternakan lainnya yang cukup dan ASUH(aman, sehat, utuh dan halal) dalam menghadapi bulan puasa dan lebaran idulfitri. Hal lain yang juga dibahas dalam forum tersebut adalah kewaspadaan kemungkinan adanya penggunaan MBM yang mestinya digunakan untuk campuran ransum unggas yang digunakan untuk campuran ransum sapi.

Dalam pelaksanaan sensus, dinas peternakan atau dinas terkait di propinsi dan kabupaten agar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan sensus tersebut dengan juga melibatkan para sarjana membangun desa (SMD). Selain itu, Sekditjen mengingatkan kembali untukmewaspai adanya pemalsuan daging sapi dengan daging lain, adanya daging gelonggongan saat menjelang lebaran, isu penyakit menular dan peningkatan sertapenguatan surveilans dan pengujian laboratorium dalam mendeteksi MBM pada pakandalam deteksi dini kemungkinan masuknya penyakit BSE. (Sulaxono Hadi, BPPV Regional V Banjarbaru)

(Sumber : http://ditjennak.deptan.go.id/bppv5/berita-149-evaluasi-pelaksanaan-pembangunan-peternakan--dan-kesehatan-hewan.html)