Berita

Kamis, 26 November 2009 - 10:43:08 WIB
Kerjasama Peningkatan Kapasitas Laboratorium Diagnostik
Diposting oleh : Tim Website Kategori: Umum - Dibaca: 1898 kali

Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE, office internationale epizootic) yang berkantor pusat di Paris telah menunjuk AAHL (Australian Animal Health Laboratory) yang berada di Geelong, sebelah tenggara Mel-bourne sebagai Laboratorium rujukan internasional untuk beberapa penyakit strategis dan berpotensi menyebar cepat dan menimbulkan wabah dan beberapa diantaranya menular ke manusia, diantaranya Influenza H5N1, Influenza H1N1, anthrax, Ebola virus, PMK, rinderpest, Mar-burg virus, variola, yersinia pestis, Nipah virus, Hendra virus dan berbagai penyakit lain yang berbahaya dan zoonosis. AAHL merupakan Labo-ratorium yang dilengkapi dengan sistem biosafety dan bioscurity tingkat tinggi sehingga keselamatan teknisi maupun peneliti laboratorium yang bekerja mendapatkan prioritas utama agar tidak tertular penyakit-pe-nyakit berbahaya, juga adanya jaminan bahwa kuman, virus, atau toksin berbahaya tidak terbawa keluar dari lab, maupun adanya kontaminasi dari luar. Disamping itu AAHL merupakan laboratorium yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi sehingga kuman, virus atau toksin tidak jatuh kepada orang-orang yang tidak berhak untuk disalahgunakan.

Melalui berbagai bantuan dari negara donor seperti Jepang dan negara donor lainnya seperti Australia, Amerika, Belanda telah dan akan terus ditingkatkan kemampuan BBVet, BPPV maupun BBalitvet untuk diagnosa ataupun penelitian melalui peningkatan kualitas bangunan, peralatan dan kemampuan sumber daya manusia.

Dalam tahun 2009 pemerintah Jepang telah membantu sepenuhnya dalam pembangunan BPPV baru (BPPV VIII di Subang) mulai fisik lab, peralatan dan pelatihan bagi staf laboratorium. Bantuan dalam pem-bangunan Lab BSL juga dilakukan di BPPV I Medan dan BPPV III Bandar Lampung. Australia dalam tahun 2009 telah membantu dalam sequ-encing isolat-isolat virus H5N1 lebih dari 200 isolat, analisa kartografi, pe-ningkatan sumberdaya manusia dan standarisasi pengujian. Melalui kerjasama dengan pihak luar negeri telah ditemukan master seed vaksin AI asli asal Indonesia dan virus tantang AI yang sepenuhnya diserahkan ke Indonesia dan menjadi hak Indonesia untuk diproduksi secara massal.

Isu biosafety, bioskuriti dan bio-risk managemen menjadi hal penting dalam peningkatan kerja-sama Indonesia dan negara donor tahun 2010 dalam peningkatan kuali-tas kemampuan laboratorium di Indonesia. Pembahasan agenda kerja-sama telah berlangsung di Direktorat Jen-deral Peternakan, yang meli-batkan kementrian luar negeri Indonesia dan Australia serta negara donor, AAHL, BBalitvet, BBV dan BPPV pada tanggal 19-20 Nopember 2009. Peningkatan kerjasama juga dilakukan dalam surveilans AI di daerah high risk maupun low risk pada ayam maupun itik.

(Sulaxono Hadi)